Status Gunung Agung Turun Ke Siaga, WALHI Bali dan ForBALI Tetap Buka Posko Peduli Pengungsi Gunung Agung

Pasca penurunan status Gunung Agung dari status awas/level IV menjadi status siaga/level III yang telah diumumkan pada hari minggu, 29 Oktober 2017. Menurut keterangan Kepala PVMBG (Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi), Kasbani, meskipun status Gunung Agung diturunkan ke level III / siaga, aktivitas vulkanik Gunung Agung belum mereda sepenuhnya dan masih memiliki potensi untuk meletus.

Meskipun status Gunung Agung diturunkan, Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (WALHI) Bali bersama Forum Rakyat Bali Tolak Reklamasi Teluk Benoa (ForBALI) tetap membuka Posko peduli pengungsi Gunung Agung. Direktur WALHI Bali, Suriadi Darmoko menjelaskan, posko tersebut telah dibuka sejak 22 dan 23 September 2017 berada di tiga lokasi yaitu Denpasar, Klungkung, dan Karangasem. Posko Denpasar bertempat di Kantor WALHI Bali, Jalan Dewi Madri IV Nomor 2, Denpasar. Posko Klungkung bertempat di Drublick Store, Jalan Flamboyan No. 36 (Utara Rumah Sakit Klungkung) sedangkan Posko Karangasem terletak di Balai Sekertariat Sekaa Truna Truni Bhuana Jaya Asri, Desa Pasedahan. “WALHI Bali dan ForBALI bersama rekan-rekan basis Bali Tolak Reklamasi Teluk Benoa membuka posko peduli pengungsi Gunung Agung, masing-masing satu posko di Denpasar, Klungkung dan Karangasem” ujar Suriadi.

Suriadi juga menjelaskan  posko tersebut masih tetap dibuka sebagai bagian dari kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana akibat letusan dari Gunung Agung. ”Sesuai penjelasan PVMBG, Gunung Agung masih berpotensi untuk meletus, oleh karena itu kami tetap membuka posko bantuan sebagai bagian dari kesiapsiagaan untuk mengantisipasi jika Gunung Agung meletus, terlebih saat ini juga masih ada warga di pengungsian. Posko masih akan tetap dibuka sampai waktu yang tidak ditentukan” tegasnya.