Rabu, 10 Agustus 2010
Tidak konsistennya Pemerintah dalam pelaksanaan Moratorium Pembangunan Bali Selatan, disikapi puluhan mahasiswa dan aktivis lingkungan dengan menggelar Aksi Teater di depan kantor Gubernur Bali. Teater yang bertema “Investor Caplok Tanah Bali” ini menggambarkan bagaimana Bali yang sempit ini dikapling-kapling oleh Investor. Untuk menangguk dollar, Investor digambarkan begitu bernafsu dalam membangun berbagai fasilitas. Setiap sudut Bali dikuasai investor dan disulap menjadi hotel megah, villa, lapangan golf dan pusat perbelanjaan. Digambarkan pula dalam teater ini Investor membagi-bagi koper yang bertuliskan “KOMISI $$S” kepada pemerintah agar proyeknya diperlancar ijinnya.
Haris, Sekjend Frontier Bali (Front Demokrasi Perjuangan Rakyat) menyampaikan bahwa aksi teatrikal ini sebagai protes terhadap sikap Gubernur Bali yang tidak konsisten dalam menjalankan Moratorium Pembangunan yang sudah ditetapkannya. Ketidakkonsistennya ini terlihat dari sikap Gubernur Bali yang mendukung pembangunan Bali International Park (BIP) di kawasan Bali Selatan.
Read more…
