Ganti Direktur, WALHI Bali Berkomitmen Menangkan Teluk Benoa

Sabtu, 10 Maret 2018, Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (WALHI) Bali menggelar konser musik dengan tema “WALHI Memanggil: Ayo Menangkan Teluk Benoa, Bertempat di Kulidan Kitchen & Space, Jl. Salya, Banjar Wangbung, Guwang – Sukawati. Acara yang dimulai sejak Pukul 17.00 WITA, menampilkan beberapa band yang selama ini aktif menyuarakan penyelamatan lingkungan diantaranya Advark, Prison & Guns, Cyclops, Racun Timur Menggoda dan Geekssmile.

Pada hari sebelumnya, tanggal 9 Maret 2018, WALHI Bali juga menggelar Pertemuan Daerah Lingkungan Hidup (PDLH), pertemuan yang hanya dilakukan sekali dalam empat tahun tersebut adalah moment penting untuk pergantian pengurus di WALHI Bali. Di dalam PDLH yang berlangsung selama satu hari penuh tersebut akhirnya terpilih I Made Juli Untung Pratama sebagai Direktur Eksekutif WALHI Bali untuk periode 2018 – 2022 menggantikan Suriadi Darmoko, Direktur Eksekutif WALHI Bali periode 2014 – 2018. Selain pergantian pengurus, PDLH tersebut juga menyusun program kerja organisasi, salah satunya adalah menjaga komitmen dan konsistensi untuk memenangkan Teluk Benoa.

Konser musik, WALHI Memanggil: Ayo Menangkan Teluk Benoa, selain untuk terus menyuarakan penolakan reklamasi Teluk Benoa, acara ini diadakan dalam rangka pergantian kepemimpinan di WALHI Bali.

Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (WALHI) Eksekutif Daerah Bali merupakan bagian dari WALHI Nasional, yang didirikan pada tahun 1996 oleh organisasi masyarakat sipil dan individu-individu yang peduli terhadap persoalan lingkungan hidup di Bali. WALHI Bali ikut berperan untuk memempromosikan kesadaran lingkungan hidup melalui Pendidikan, advokasi kebijakan, kampanye lingkungan hidup, pengorganisasaian rakyat dan protes-protes sosial lainnya. WALHI Bali juga merupakan bagian dari aliansi Forum Rakyat Bali Tolak Reklamasi Teluk Benoa (ForBALI), yang terus melakukan penolakan terhadap rencana reklamasi Teluk Benoa sejak 5 (lima) tahun lalu sampai hari ini. Memasuki tahun kelima gerakan Bali Tolak Reklamasi Teluk Benoa yang merupakan tahun penentuan dimana pada tanggal 25 Agustus 2018 adalah batas waktu ijin lokasi reklamasi yang dipegang PT. TWBI, WALHI Bali mengajak rakyat Bali untuk terus berjuang bersama memenangkan Teluk Benoa dari ancaman reklamasi.

Suriadi Darmoko direktur Eksekutif WALHI Bali 2014-2018 menjelaskan bahwa pemilihan tema WALHI Memanggil: Ayo Menangkan Teluk Benoa adalah sebuah ajakan bagi seluruh komponen rakyat Bali untuk ikut menolak rencana reklamasi Teluk Benoa yang izinnya akan berakhir pada 25 Agustus 2018 ini. “tagline memanggil ini memang sekarang banyak ada apalagi di tahun-tahun politik. Namun sebelum tahun politik ini, WALHI sudah menggunakan tagline tersebut. WALHI memanggil adalah seruan dan ajakan dari WALHI Bali untuk kepada kita semua untuk terus berjuang tetap fokus memenangkan Teluk Benoa di tahun 2018 ini”, jlasnya.

I Made Juli Untung Pratama, Direktur Eksekutif WALHI Bali periode 2018-2022, dalam orasi politiknya menegaskan bahwa selama 5 (lima) tahun sudah WALHI Bali bersama rakyat Bali ikut menolak rencana reklamasi Teluk Benoa dan bersama rakyat bali mengalami intimidasi, kriminalisasi, dan kekerasan karena menolak rencana reklamasi Teluk Benoa, itu membuktikan bahwa WALHI Bali merupakan bagian dari rakyat. Tanpa partisipasi rakyat WALHI Bali bukan apa-apa. “WALHI Bali adalah rumah bagi kita semua, rumah bagi kita yang memiliki mimpi, cita-cita, dan ingin mewujudkan lingkungan hidup yang adil dan lestari bagi generasi kita nanti. Tanpa partisipasi rakyat, WALHI bukan apa-apa”. tegasnya.

Memasuki tahun kelima gerakan Bali Tolak Reklamasi Teluk Benoa yang merupakan tahun penentuan dimana pada tanggal 25 Agustus 2018 adalah batas waktu ijin lokasi reklamasi yang dipegang PT. TWBI, Untung Pratama juga menegaskan bahwa sebagai salah satu pelopor gerakan, bersama individu dan organisasi lain yang saat ini tergabung di ForBALI, WALHI Bali akan terus berkomitmen dan konsisten untuk memenangkan Teluk Benoa dari ancaman reklamasi. “Pergantian kepengurusan  di WALHI Bali tidak mengubah komitmen dan konsistensi WALHI dalam menolak reklamasi, justru sebaliknya pergantian pengurus ini menguatkan sikap kami dan kami akan terus bergandengan tangan bersama kawan-kawan di ForBALI. WALHI Bali memanggil seluruh komponen rakyat Bali untuk terus berjuang bersama memenangkan Teluk Benoa dari ancaman reklamasi” ujarnya lugas.

Panggung seni oleh WALHI Bali selain diisi band, acara tersebut juga dimeriahkan oleh dengan lapak perpus zine dan cetak cukil dari komunitas Pena Hitam. Setelah performa band terakhir Geekssmile, acara dilanjutkan dengan performa Pena Hitam Dance Club yang mengajak seluruh warga yang hadir untuk menikmati malam akhir pekan tersebut.