Biodiversity Terancam Punah (Workshop Perayaan HUT WALHI Bali ke 14)

DSC_0314

Lingkungan, sebagai elemen yang paling dekat dengan kehidupan manusia, sejatinya mendapatkan perhatian dan pemeliharaan yang serius dari pihak manapun. Namun, pada kenyataannya, kabar mengenai kerusakan lingkungan, seakan tidak pernah berakhir. Atas nama pembanguna dan pertumbuhan ekonomi pemerintah rela mengorbankan masa depan rakyatnya. Adanya legalitas ijin perambahan hutan untuk pertambangan dan perkebunan telah mencetak rekor bahwa Indonesia sebagai negara perusak hutan nomor satu di dunia. Dengan rusaknya hutan berarti  telah mengancam keberadaan keanekaragaman hayati di bumi ini. Dan rusaknya keanekaragaman hayati tentu akan mengancam kehidupan umat manusia.

Untuk meningkatkan kesadaran dan kepedulian akan pentingnya keanekaragaman hayati dalam menopang kehidupan umat manusia, Walhi bali yang beranjak ke usia 14 tahun sekaligus merayakan Hari Lingkungan Hidup Sedunai, mengadakan workshop dengan tema “Reduce Climate Change Effect to Keep Biodiversity with Green Act”. Hadir sebagai pembicara dari ranah pengambil kebijakan yaitu NI MADE ARMADI, SP., M.SI yang menjabat Kasubid konservasi Lahan dan Air BLH propinsi Bali. Dari WALHI Bali sendiri diwakili oleh MADE SURYA PUTRA yang menjabat sebagai Dewan Daerah WALHI Bali. Dan hadir pemerhati Biodiversity yaitu HIRA JHAMTANI. Beliau adalah pemerhati kehidupan, analis globalisasi dan aktivis lingkungan hidup.

Selepas workshop acara dilanjutkan dengan lomba mendesain poster tingkat mahasiswa dan presentasi finalis lomba essay tingakat pelajar se-Bali. Mereka memperebutkan hadiah berupa uang tunai yang ditawarkan panitia masing-masing sebesar Rp 1000.000, utntuk juara I. Rp 750.000 untuk juara II dan Rp 500.000 untuk juara III.

Dari hasil seleksi dewan juri lomba poster muncul sebagai juara I Ni wayan Setiasih mahasiswi ISI Denpasar dengan judul Satu Pohon untuk Satu Kehidupan. Juara II diraih oleh Anom Priyanatha dari STIKOM Bali dengan judul Berhenti, berpikir dan Bertindak Hijau. Dan Juara III adalah Made Suryawan Wardana asal ISI denpasar dengan judul Bad Water Bad Life.

Sedangkan untuk lomba essay dari enam finalis terpilih sebagai juara I adalah  Luh De Dewi Jayanthi asal SMA N 3 Denpasar dengan judul Dirimu, Lingkunganmu, adalah Satu. Juara II diraih oleh Ratna Aristya dari SMA N 4 Denpasar dengan hasil karya Tri Hita Karana, Muatan Lokal dan Kesadaran Bersama. Dan juara III disandang Nyoman Agus Aryawan asal SMA 3 Denpasar, dengan judul Modal Cinta untuk Aksi Hijau bersama Bakau.

Bersama acara ini WALHI Bali berupaya merangkul generasi muda baik pelajar maupun mahasiswa melalui wadah Sahabat Walhi untuk lebih aktif dan peduli akan lingkungan. Hasil karya yang terkumpul akan menjadi refrensi dan rujukan program Walhi Bali dan Sahabat Walhi untuk diimplementasikan menjadi suatu kegiatan yang nyata dan bermanfaat bagi lingkungan kita semua, khususnya di Bali.