Ada Kepentingan Lain di Balik Geothermal Bedugul

Beritabali.com, Renon. Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (Walhi) mencurigai adanya kepentingan lain di Bali rencana pengembangan Geothermal Bedugul. Berdasarkan analisis Walhi rencana lain tersebut adalah pengembangan resort atau pertambangan terbuka di kawasan Bedugul Tabanan Bali.

Koordinator Walhi Wilayah Bali Wayan Gendo Suardana saat ditemui beritabali.com di Renon, Kamis, (22/12) menyatakan pada dasarnya pengembangan Geothermal Bedugul sangat tidak masuk akal karena dari satu sumur yang dihasilkan hanya mampu memproduksi listrik yang sangat lemah yaitu 2 megawatt.

Namun jika dilihat dari potensi pengembangan pembangunan pariwisata terutama untuk resort sangat potensial karena pemandangan di kawasan Bedugul
sangat menjanjikan. Selain itu ada kecurigaan akan kemungkinan upaya melakukan pertambangan terbuka karena kuat dugaan kawasan Bedugul memiliki potensi tambang yang melimpah.

“Beberapa dugaan bahwa di sana ada emas, potensi emas. Kenapa dia memilih titiknya di puncak, itu kalau penelitian mereka 1800 kedalamannya, kenapa tidak dipilih dari bawah? Yang cuma 1000 meter, itu kan lebih efisien secara ekonomi, kenapa harus di puncak? Dan ingat casing untuk ngebor per meternya itu satu setengah juta, “ jelas Wayan Gendo.

Gendo Suardana menambahkan saat ini saja dengan melakukan pengeboran di 3 titik, pengembangan Geothermal Bedugul telah menyebabkan 48 hektar hutan di kawasan Bedugul mengalami kerusakan akibat pembabatan hutan. Padahal sesuai rencana pengembangan Geothermal akan dilakukan pengeboran terhadap 12 titik untuk mendapatkan sumber listrik sebesar 10 megawatt. (mlt)

sumber : beritabali.com