• Home
  • about
  • contact
  • site map
25 Jul 2010

Release WALHI Eksekutif Daerah Bali Penghentian Proyek Teduh Ayung Riverside

Author: admin / Category: Terbaru

Latar Belakang

Revisi perda RTRW  yang sedang digodok oleh pemkot Denpasar sampai saat ini tidak kunjung selesai. Hal ini karena ada tarik  ulur dalam menyesuaikan dengan peraturan di atasnya RTRW-P. Terutama terkait daerah aliran sungai (DAS), Sepadan dan jalur hijau yang masih menjadi pertentangan.

Disela penggodokan perda RTRW ternyata di lapangan kian terjadi pelanggaran-pelanggaran terkait sepadan sunga, pantai dan jalur hijau. Para investor tidak mau kalah dengan para pengambil kebijakan yang sedang merampungkan perda RTRW. Investor juga kian gencar menyelesaikan proyeknya yang jelas-jelas tidak mengantongi ijin dan melanggar tata ruang.

Kasus proyek perumahan Teduh Ayung, di Desa Kesiman Pentilan, Denpasar Timur merupakan contoh nyata, bagaimana ’arogansi’ modal telah memporak-porandakan wilayah DAS Ayung, yang berpotensi adanya penyempitan dan pendangkalan sungai, yang sudah tentu berpotensi adanya perubahan arus dan abrasi muara dan pesisir.

Pernyataan sikap

1. Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (WALHI) eksekutif daerah Bali memberikan apresiasi dan dukungan terhadap pemkot Denpasar yang telah menghentikan Proyek Teduh Ayung (Bali Post, 23 Juli 2010) yang dikerjakan oleh PT Surya Krisna Pratama dimana menurut ketentuan telah melanggar sepadan sungai (DAS) dan menyalahi peruntukan yang semestinya sebagai jalur hijau.

2. WALHI Bali juga menghimbau kepada pemkot Denpasar agar penghentian tersebut bersifat permanen dan tidak bersifat sementara karena pengembang atau developer sedang mengurus perijinan. Proyek ini sudah jelas melanggar tata ruang, jadi tidak perlu diberi kesempatan untuk melanjutkan.

3. Penghentian proyek dalam Kasus ini harus dijadikan ’preseden hukum’, khususnya dalam penegakan RTRW, dan sekaligus RDTR Kabupaten/Kota, serta adanya kepastian hukum dalam pengakan aturan setidaknya di kota Denpasar.

Untuk itu, WALHI Bali merekomendasikan:

  1. Pemanfaatan tata ruang sesuai dengan fungsinya. Dimana wilayah tersebut masuk dalam kawasan jalur hijau, sehingga kawasan tersebut harus bebas dari kegiatan pembangunan. Pembangunan yang tidak sesuai dengan peruntuntukan akan menghilangkan keseimbangan alam hingga berakibat bencana bagi masyarakat seitar.
  2. Perlu adanya rehabilitasi terhadap kawasan yang mengalami perusakan. Sering terjadinya banjir di kota Denpasar salah satunya disebabkan karena maraknya pembangunan di daerah hilir, sehingga menghambat jalannya arus aliran air ke laut.
  3. Segera dituntaskan pebahasana dan penyusunan raperda RTRW Kodya Denpasar, sesuai dengan RTRW Propinsi.

Rusak dan menurunnya kualitas lingkungan hidup karena kerakusan segelintir orang telah mengancam kelangsungan kehidupan manusia dan mahluk hidup lainnya sehingga perlu perhatian yang sungguh-sungguh dan konsisten oleh semua pemangku kepentingan.

Denpasar, 24 Juli 2010

Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (WALHI)

Eksekutif Daerah Bali

Comment (1)  :  Add Comment
10 Jul 2010

Biodiversity Terancam Punah (Workshop Perayaan HUT WALHI Bali ke 14)

Author: admin / Category: Terbaru

DSC_0314

Lingkungan, sebagai elemen yang paling dekat dengan kehidupan manusia, sejatinya mendapatkan perhatian dan pemeliharaan yang serius dari pihak manapun. Namun, pada kenyataannya, kabar mengenai kerusakan lingkungan, seakan tidak pernah berakhir. Atas nama pembanguna dan pertumbuhan ekonomi pemerintah rela mengorbankan masa depan rakyatnya. Adanya legalitas ijin perambahan hutan untuk pertambangan dan perkebunan telah mencetak rekor bahwa Indonesia sebagai negara perusak hutan nomor satu di dunia. Dengan rusaknya hutan berarti  telah mengancam keberadaan keanekaragaman hayati di bumi ini. Dan rusaknya keanekaragaman hayati tentu akan mengancam kehidupan umat manusia.

Untuk meningkatkan kesadaran dan kepedulian akan pentingnya keanekaragaman hayati dalam menopang kehidupan umat manusia, Walhi bali yang beranjak ke usia 14 tahun sekaligus merayakan Hari Lingkungan Hidup Sedunai, mengadakan workshop dengan tema “Reduce Climate Change Effect to Keep Biodiversity with Green Act”. Hadir sebagai pembicara dari ranah pengambil kebijakan yaitu NI MADE ARMADI, SP., M.SI yang menjabat Kasubid konservasi Lahan dan Air BLH propinsi Bali. Dari WALHI Bali sendiri diwakili oleh MADE SURYA PUTRA yang menjabat sebagai Dewan Daerah WALHI Bali. Dan hadir pemerhati Biodiversity yaitu HIRA JHAMTANI. Beliau adalah pemerhati kehidupan, analis globalisasi dan aktivis lingkungan hidup.

Selepas workshop acara dilanjutkan dengan lomba mendesain poster tingkat mahasiswa dan presentasi finalis lomba essay tingakat pelajar se-Bali. Mereka memperebutkan hadiah berupa uang tunai yang ditawarkan panitia masing-masing sebesar Rp 1000.000, utntuk juara I. Rp 750.000 untuk juara II dan Rp 500.000 untuk juara III.

Dari hasil seleksi dewan juri lomba poster muncul sebagai juara I Ni wayan Setiasih mahasiswi ISI Denpasar dengan judul Satu Pohon untuk Satu Kehidupan. Juara II diraih oleh Anom Priyanatha dari STIKOM Bali dengan judul Berhenti, berpikir dan Bertindak Hijau. Dan Juara III adalah Made Suryawan Wardana asal ISI denpasar dengan judul Bad Water Bad Life.

Sedangkan untuk lomba essay dari enam finalis terpilih sebagai juara I adalah  Luh De Dewi Jayanthi asal SMA N 3 Denpasar dengan judul Dirimu, Lingkunganmu, adalah Satu. Juara II diraih oleh Ratna Aristya dari SMA N 4 Denpasar dengan hasil karya Tri Hita Karana, Muatan Lokal dan Kesadaran Bersama. Dan juara III disandang Nyoman Agus Aryawan asal SMA 3 Denpasar, dengan judul Modal Cinta untuk Aksi Hijau bersama Bakau.

Bersama acara ini WALHI Bali berupaya merangkul generasi muda baik pelajar maupun mahasiswa melalui wadah Sahabat Walhi untuk lebih aktif dan peduli akan lingkungan. Hasil karya yang terkumpul akan menjadi refrensi dan rujukan program Walhi Bali dan Sahabat Walhi untuk diimplementasikan menjadi suatu kegiatan yang nyata dan bermanfaat bagi lingkungan kita semua, khususnya di Bali.

Comments (0)  :  Add Comment
    • TOLAK Bali International Park
  • PIC Badges #TolakBIP

  • Tulisan & Berita #TolakBIP

    • - Walhi rejects APEC infrastructure plans over green zone fears
    • - Haruskah Bali Dikorbankan Demi APEC XXI?
    • - (Bius) megaproyek Bali International Park melanda Bali
    • - WALHI Rejects Bali International Park Development
    • - Say No to Bali International Park!
    • - Flashback Investor yang akan membangun Bali International Park
  • Archives

    • February 2013
    • January 2013
    • November 2012
    • October 2012
    • August 2012
    • May 2012
    • January 2012
    • December 2011
    • October 2011
    • August 2011
    • July 2011
    • May 2011
    • February 2011
    • January 2011
    • December 2010
    • November 2010
    • October 2010
    • August 2010
    • July 2010
    • June 2010
    • May 2010
    • February 2010
    • July 2009
    • January 2009
    • September 2008
    • August 2008
    • July 2008
    • June 2008
    • May 2008
    • March 2008
    • February 2008
    • January 2008
    • December 2007
    • November 2007
    • October 2007
    • September 2007
    • August 2007


(c)walhibali.org 2011 | Design by: rahaji.com | Entries (RSS)